Langsung ke konten utama

Monolog

Bisikku Untukmu
Di sebuah desa kecil terdapat seorang anak manusia berjenis kelamin perempuan yang  dekil. Ia berciri-ciri berambut pendek, berkulit sawo matang, dan badannya cukup gemuk. Dari kegemukan tersebut sering kali ia dijuluki si gendut. Ia anak orang yang berkecukupan. Tidak mlarat dan juga tidak kaya raya. Rumahnya sederhana dengan cat tembok berwarna kuning. Orang tuanya hampir setiap hari bekerja jadi, jika dirumah ia hanya bersama kakaknya saja. Sejak umur 10 tahun memang ia jarang bertemu dengan orang tuanya. Bertemu hanya saat malam tiba. Bukannya mereka tidak menyayanginya tetapi bagaimana lagi, hanya dengan cara tersebut perekonomiannya dapat tercukupi.
“Sampai kapan?” bergumam dengan rasa kesal. Aku ingin seperti teman-temanku. Mereka selalu punya waktu untuk anaknya. Setiap hari libur tiba, mereka tidak hanya dirumah menonton TV tetapi berekreasi bersama satu keluarga. “Ah!”

Setelah dewasa kira-kira berumur 15 tahun ia berbicara empat mata dengan ibunya. Di ruang tamu yang memiliki sofa berwana coklat dan meja berwarna merah marun yang terbuat dari marmer. Ayahnya sedang pergi ke luar kota. Suasana rumah hening.
“Ibu. Aku hanya ingin berkata kepadamu. Tidak banyak, cukup beberapa kalimat saja.”
Aku merasa tersiksa jika tidak ku sampaikan. Kini umurku sudah cukup dewasa jadi, aku berani untuk berkata apa yang aku inginkan kepada ibu.
Dikatakannya “Iya ndhok, sebenarnya apa yang akan kamu bicarakan kepadaku? Aku lelah, ingin segera beristirahat.” Sambil mengusap keringatnya dan memijat-mijat tangannya sendiri. Aku memandangi wajahnya dengan kasihan.
“Aku merindukan ibu dan bapak. Apakah kalian bisa untuk setiap waktu selalu ada disampingku?”
 Aku iri melihat teman-temanku. Jika setiap kali mereka pulang sekolah selalu makan bersama dengan satu keluarganya dan ada kasih sayang yang begitu hangat dalam keluarga tersebut. Kata itu yang dapat aku ucapkan. Tiba-tiba air matanya jatuh. Ia memahami perkataanku.

Waktu menunjukkan pukul 15:00 WIB. Suasana manjadi haru. Hanya terdengar desahan isak tangis air mata dan detik jam dinding yang tak bisa dihentikan.
Aku meminta maaf kepada ibu. Tidak sepantasnya aku berbicara seperti ini. Seharusnya aku memahami bahwa mereka banting tulang hanya untuk keluarga. Kemudian aku tak memikirkannya kembali. Cukup mudah untuk melupakan masalah dalam keluarga. Bercanda dan bermain dengan teman-teman merupakan salah satu cara yang paling mujarap.

Ia pergi ke halaman rumah. Memanggil teman-temannya untuk bermain dakonan.
Bermain dakon merupakan permainan yang aku sukai. Orang tuaku memang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Akan tetapi, mereka tahu aktifitas apa yang aku lalukan sehari-hari. Gitta merupakan temanku yang paling semangat untuk diajak bermain. Kami bermain smapai tidak mengingat waktu.
Dikatakannya “Sudahlah, aku mau pulang saja. Lelah”
“Iya Git, hari juga sudah sore. Sebentar lagi orang tuaku pulang.” Jawabku.

Ia masuk kedalam rumah dan membawa kotak dakonnya.
Aku takut kepada ibu. Jika saat ia pulang kerumah sedangkan aku sedang diluar rumah maka ia akan memarahiku. Ibu akan sedih ketika aku tidak menuruti perkataannya. Aku merupakan anak perempuan satu-satunya yang penurut. Ia sudah terlalu kecewa dengan kakak-kakakku yang cukup bandel.

Ia membukakan pintu dan langsung memeluk ibu. Wajahnya terlihat bahwa ia sangat merindukan ibunya.
Pada saat itu ibu pulang cepat. Biasanya aku menungguinya sampai pukul 20:00 WIB hingga aku tertidur di sofa.

Pagi telah tiba. Ia pergi bersekolah dengan menaiki sepeda motornya. Kira-kira jarak dari rumah ke sekolah yaitu 10 km. Ia bersekolah di SMA Negeri 1 Pandawa. Sekarang ia sudah kelas X. Sudah sewajarnya ada kisah cinta monye. Laki-laki itu bernama Ibnu. Ia seorang lelaki yang berambut moohak, berkulit sawo matang, cukup tampan, dan tinggi semampai. Mereka berkanalan melalui pesan singkat. Laki-laki tersebut merupakan kelas X 4 yang kelasnya terletak di samping kelasnya. Akan tetapi, ia ingat dengan perkataan orang tuanya bahwa selama sekolah ia tidak diizinkan untuk berpacaran.
Kamu begitu tampan. Seandainya saja aku bisa memilikimu. Ah! Tapi itu tidak mungkin. Aku seorang wanita cupu, tidak modis seperti teman-temanku yang lain. Sempat berpikir bahwa aku tidak akan masuk dalam kriteria pasangan hidupnya. Akan tetapi, harapanku tidak musnah. Kami sempat bertabrakan saat berjalan menuju kantin Mak Nyak.

Kantin Mak Nyak merupakan kantin kesukaannya. Disitu terdapat beberapa macam menu favorit, antara lain soto lontong dan mi goreng super pedas. Bangunannya cukup sederhana dengan cat berwarna biru. Ramai. Jika klian ingin memebeli jajanan di kantin tersebut butuh perjuangan yaitu harus berdesak-desak dengan siswa yang lainnya.
“Eh maaf mbak” katanya.
Aku sempat terpesona dengan tatapan matanya yang tiba-tiba membuatku terpaku.
“Oh iya tidak apa-apa.” Jawabku dengan senyum manis.
Sebenarnya ada rasa kesal saat ia menabrakku. Jajanan yang baru aku beli dari temanku terjatuh dan kotor. Kemudian aku membelinya kembali. Semenjak itu selang beberapa hari ada SMS dengan nomor yang tidak aku kenal. Bertuliskan “Hai Salsa”. Ternyata itu SMS dari laki-laki yang tadi menabrakku. Kami berbincang-bincang cukup panjang. Sampai berbulan-bulan komunikasi kami masih tetap lancar. Ia menyatakan cintanya kepadaku..

Semilir angin sore. Mereka berdua duduk dibawah pohon dekat masjid. Masih dengan mengenakan seragam OSIS.
“Aku sayang sama kamu dek.” Dikataknnya hampir suaranya tak terdengar. Aku meminta untuk mengulangi perkataannya kembali.
“Dek, bagaimana jawabanmu?”
“Maaf, aku tidak bisa. Kamu tahukan alasannya? Orang tua melarangku untuk berpacaran.

Mereka pulang dengan mengendarai motornya masing-masing. ia merupakan anak yang penurut. Sehingga orang tuanya cukup percaya dengannya. Kemudian setelah ia kelas XII orang tuanya sudah lebih perhatian kepadanya.Mereka sadar bahwa anak-anaknya tidak hanya membutuhkan uang tetpai juga membutuhkan kasih sayang darinya. Buktinya dengan cara mereka tidak pulang larut malam lagi dan jika saat ia pulang sekolah seluruh keluarga sudah berkumpul dirumah untuk makan bersama serta berbincang-bincang tentang aktivitas yang sudah mereka lakukan. Rumah itu tak kembali diselimuti dengan keheningan.
Terima kasih Tuhan. Aku tersenyum dan berbisik di dalam hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen

Tampak Beda Di sebuah teras rumah yang minimalis tapi tampak nyaman, ada seorang gadis cantik rupawan yang bersandar di kursi. Saat itu ia terlihat murung. "Bosan dengan keadaan", ujarnya dalam hati. tatapan lurus seolah-olah kosong. Angin yang berbisik pelan disela-sela pohon manambah suasana menjadi tenang. Tapi tidak dengan dia. Akhir-akhir ini hanya kehampaan yang menyelimutinya. "Kapan aku bisa menerima kenyataan ini?", ujarny a lagi. La ki-laki yang sangat ia sayangi tiba-tiba pergi begitu saja. Rey namanya. Hubungan mereka sudah cukup lama. Sudah berjalan 2 tahun. Bahkan Rey adalah laki-laki yang paling sabar menghadapinya. Namun diakhir ini, Rey nampak berbeda. Perhatiannya sudah beralih ke orang lain. Sempat menemuinya di sebuah Cafe Kopi milik Kakaknya. Rey hanya berkata "hubungan kita sampai sini saja". Kursi yang sedang didudukinya akhirnya ia tinggalkan. Ia bergegas pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya. Baru ia sadari, Kakak Rey past...

Sanksi Plagiat!

Sumber https://syaifalmandiri.wordpress.com/2012/04/03/plagiat-dan-uu-tentang-plagiat/ Sanksi Plagiat (UU No. 20/2003) Lulusan PT yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan: Pencabutan gelar (Pasal 25 ayat 2). dipidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak 200 juta rupiah (Pasal 70). Hak Cipta Memberi perlindungan terhadap karya cipta di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan. Timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan. Dianggap sebagai benda bergerak. Dapat beralih atau dialihkan. Ciptaan yang tidak diketahui penciptanya, hak ciptanya adalah pada Negara. Sanksi Pidana Pelanggaran Hak Cipta Pidana penjara paling singkat satu bulan dan/atau denda paling sedikit 1 juta rupiah, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak 5 milyar rupiah. Bentuk Ciptaan yang Dilindungi Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (layout) te...

Contoh Penulisan Notulen/Notula Workshop

  Notulen/Notula Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Berbasis Bercode Hari, tanggal         : Rabu, 3 November 2021 Waktu                    : 11.00-selesai Tempat                  : Ruang kelas VII E             Pembukaan           Sambutan           Inti           Lain-lain           Penutup   1.      Pembukaan Pembukaan kegiatan workshop “Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Berbasis Bercode” diawali dengan bacaan basmalah. 2.      Sambutan Sambutan Kepala Sekolah SMPN 1 L...