Tampak Beda
Di sebuah teras rumah yang minimalis tapi tampak nyaman, ada seorang gadis cantik rupawan yang bersandar di kursi. Saat itu ia terlihat murung.
"Bosan dengan keadaan", ujarnya dalam hati.
tatapan lurus seolah-olah kosong. Angin yang berbisik pelan disela-sela pohon manambah suasana menjadi tenang. Tapi tidak dengan dia. Akhir-akhir ini hanya kehampaan yang menyelimutinya.
"Kapan aku bisa menerima kenyataan ini?", ujarnya lagi.
Laki-laki yang sangat ia sayangi tiba-tiba pergi begitu saja. Rey namanya. Hubungan mereka sudah cukup lama. Sudah berjalan 2 tahun. Bahkan Rey adalah laki-laki yang paling sabar menghadapinya. Namun diakhir ini, Rey nampak berbeda. Perhatiannya sudah beralih ke orang lain. Sempat menemuinya di sebuah Cafe Kopi milik Kakaknya. Rey hanya berkata "hubungan kita sampai sini saja".
Kursi yang sedang didudukinya akhirnya ia tinggalkan. Ia bergegas pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya. Baru ia sadari, Kakak Rey pasti tahu alasannya mengapa bersifat seperti itu. Ia menghubungi Kakaknya dan meminta penjelasan atas sifat Rey yang berbeda. " Na, si Rey hanya ingin fokus dengan pekerjaannya. Ia ingin sukses dulu. Jika sudah sukses dan kaya raya, ia ingin hubungannya denganmu lebih serius lagi. Ya, menikahimu", ujar Kakak Rey dengan nada pelan.
Ketika mendengar penjelasan itu, air mata yang dibendungnya tiba-tiba jatuh begitu deras. Perlahan-lahan ia memahami Rey. Walaupun setelah itu mereka tidak ada komunikasi tapi ada doa yang ia panjatkan.
3 tahun telah berlalu. Rey datang ke rumahnya dengan membawakan makanan kesukaannya. Tidak seharusnya ia berburuk sangka. Saat Rey datang, hanya kemarahan yang ingin ia luapkan. 3 tahun itu cukup lama. Ia sempat ingin putus asa dan mencari kebahagiaan yang lain. Namun, saat ini telah terobati. Semua memang harus dibicarakan dengan baik. Demi memperbaiki hubungan dengan orang terdekat.
Akhirnya Rey mau berbicara. Beberapa patah kata yang diucapkan menghantarkan ketenangan hati. Ia terkejut dengan satu kalimat yang Rey ucapkan. "Aku akan melarmu dan menikahimu" ucap Rey dengan bibir tersenyum lebar.
Komentar
Posting Komentar