Langsung ke konten utama

Cerpen

 Luna dan Pangeran


    Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan yang hidup sebatang kara. Luna namanya. Usianya 23 tahun. Sehari-hari ia membantu ibunya untuk berbelanja di pasar membeli bahan makanan. Setelah pulang dari pasar Luna mempersiakan diri untuk memasak. Memasak adalah salah satu hobi Luna.

    Suatu hari ia pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Hari mulai petang. Akan tetapi, ia tersesat di dalam hutan. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan bermalam di hutan. Di sudut pohon besar ada sebuah gubuk. Ia bermalam di gubuk tersebut.

    Tengah malam Luna mendengar suara harimau yang mengaung. Luna pun merasa takut, tetapi ia tetap tenang. Harimau itu semakin dekat. Lalu ia bersembunyi di semak-semak hutan.

    Luna melihat sebuah kerajaan yang begitu megah. Ia pun memutuskan untuk beristirahat di depan kerajaan tersebut. Matahari sudah terbit ditambah seruan ayam berkokok. "Hei kamu! kenapa di sini? Berasal dari manakah kamu?", tanya Pangeran kepada Luna. "Saya Luna berasal dari kampung Cisadane, aku tersesat di hutan ini Tuan", jawab Luna dengan wajah takut.

    Pengeran menolong Luna. Mereka berjalan menuju kerajaan. Pangeran memberikan tempat istirahat untuk Luna, yaitu di dalam kamar tamu. Sesudah beristirahat, Luna diajak oleh Pangeran untuk menyantap hidangan makanan yang sudah disiapkan oleh Mbok Kiem. Sembari mengunyah makanan, Pangeran menatap Luna dengan hati tenang. Ia terpanah dengan paras cantiknya yang berbeda dengan gadis lainnya. Luna begitu lugu dan sopan. 

    Hari sudah siang, Pangeran mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan mereka mampir terlebih dahulu ke sebuah taman bunga dekat sungai panjang. Mereka saling tertarik satu sama lain. Pangeran berkata "Luna, sebenarnya ketika awal bertemu, aku merasakan ketenangan hati berada di dekatmu". Luna pun tersipu malu mendengar perkataan Pangeran. "Luna apakah kamu mau menjadi pendamping seumur hidup ku?", ujar Pangeran lagi kepada Luna. "Maaf Pangeran, saya merasa tidak pantas menerima Pangeran, saya hanya rakyat biasa bukan bangsawan. Tapi, jika ini memang kehendakmu. Aku bersedia menjadi istrimu", jawab Luna dengan bibir bergetar tapi bahagia. Mereka pun menikah. Pesta pernikahan itu diikuti oleh semua rakyat sekitar kerajaan,. Rakyat tidak menyangka, ternyata Pangeran tidak pernah memandang harta benda. Satu hal yang Pangeran inginkan yaitu kesederhanaan dalam mencintai seseorang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen

Tampak Beda Di sebuah teras rumah yang minimalis tapi tampak nyaman, ada seorang gadis cantik rupawan yang bersandar di kursi. Saat itu ia terlihat murung. "Bosan dengan keadaan", ujarnya dalam hati. tatapan lurus seolah-olah kosong. Angin yang berbisik pelan disela-sela pohon manambah suasana menjadi tenang. Tapi tidak dengan dia. Akhir-akhir ini hanya kehampaan yang menyelimutinya. "Kapan aku bisa menerima kenyataan ini?", ujarny a lagi. La ki-laki yang sangat ia sayangi tiba-tiba pergi begitu saja. Rey namanya. Hubungan mereka sudah cukup lama. Sudah berjalan 2 tahun. Bahkan Rey adalah laki-laki yang paling sabar menghadapinya. Namun diakhir ini, Rey nampak berbeda. Perhatiannya sudah beralih ke orang lain. Sempat menemuinya di sebuah Cafe Kopi milik Kakaknya. Rey hanya berkata "hubungan kita sampai sini saja". Kursi yang sedang didudukinya akhirnya ia tinggalkan. Ia bergegas pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya. Baru ia sadari, Kakak Rey past...

Sanksi Plagiat!

Sumber https://syaifalmandiri.wordpress.com/2012/04/03/plagiat-dan-uu-tentang-plagiat/ Sanksi Plagiat (UU No. 20/2003) Lulusan PT yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan: Pencabutan gelar (Pasal 25 ayat 2). dipidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak 200 juta rupiah (Pasal 70). Hak Cipta Memberi perlindungan terhadap karya cipta di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan. Timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan. Dianggap sebagai benda bergerak. Dapat beralih atau dialihkan. Ciptaan yang tidak diketahui penciptanya, hak ciptanya adalah pada Negara. Sanksi Pidana Pelanggaran Hak Cipta Pidana penjara paling singkat satu bulan dan/atau denda paling sedikit 1 juta rupiah, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak 5 milyar rupiah. Bentuk Ciptaan yang Dilindungi Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (layout) te...

Contoh Penulisan Notulen/Notula Workshop

  Notulen/Notula Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Berbasis Bercode Hari, tanggal         : Rabu, 3 November 2021 Waktu                    : 11.00-selesai Tempat                  : Ruang kelas VII E             Pembukaan           Sambutan           Inti           Lain-lain           Penutup   1.      Pembukaan Pembukaan kegiatan workshop “Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Berbasis Bercode” diawali dengan bacaan basmalah. 2.      Sambutan Sambutan Kepala Sekolah SMPN 1 L...